Pencuri Miskin

Pencuri Miskin


Oleh
Fajar R. Wirasandjaya 
(Gelap Sunyi Senyap, 05 Juli 2019)

Sedu sedan di depan ruko
Tak punya lagi harga diri
Tangannya terbelenggu
Meringkuk tertunduk lesu

Lihat lah air mukanya,
Renta sedih teriris...
Pedih hati dan perasaan nya...
Disakiti dipermalukan
Tak lagi dianggap manusia...

Dia seorang miskin,
Melarat yang tak berpunya
Mencuri beras, mencuri beras...
Karena lapar...
Si miskin terpaksa mencuri beras
Demi cucunya si miskin mencuri
Tertangkap lalu dihakimi...

Sedikitpun tiada belas kasih
Sungguh malang nasibmu
Diinjak injak harga dirimu
Langit mendung ikut menangis
Air mataku menetes haru
Darah kemanusiaanku mendidih

Menyaksikan perilaku binatang
Para manusia suci beragama,
Manusia yang mengaku beriman
Manusia yang konon ber Tuhan
Tak sedikitpun sudi membantu
Bahkan ikut bangga menyakitimu

Baca Juga

Puisi Malam: Eksistensi Malam Hari




Puisi Inspirasi: Gubuk Lusuh dan Lesu

Puisi Sedih dan Patah Hati: Romansa Mengekang Jiwa

Puisi Pendek Tentang Perjalanan Manusia dan Alam: Di Ujung Perjalanan Yang Membelenggu








You Might Also Like

0 comentários

Loading...