Eksistensi Malam Hari, Sebuah Puisi Malam

Eksistensi Malam Hari

Oleh
Fajar Rafiki Wirasandjaya
(Malang Sejuk, 12 November 2019)

Puisi dan Sajak : Eksistensi Malam Hari
Eksistensi Malam Hari/narasiinspirasi.com

Di bangku taman dekat tugu
Kucurahkan semua rasa rindu
Rindu yang telah lama menunggu
Bersemayam cemerlang di kepalaku

Lagu semi jaz mengiringi malam
Mengantar romansa makin dalam
Asap cerutu mengepul mengisi paru
Ku tenggak lagi kaleng bir di sebelahku

Suwardi kemudian berjalan seorang diri
Meninggalkan ku sendiri dibalik sunyi
Kendaraan lalu lalang kusapa tak peduli
Melempar senyum tatapan tak berarti

Malam harus pergi takdir harus berlalu
Kudapati muda-mudi lewat di depanku
Bergandeng tangan menikmati waktu
Begitulah setidaknya kisah yang kutahu

Kuhisap lagi cerutu murahku
Asapnya berkabut perih di mataku
Mengusir hayalan semu yang tlah lalu
Aromanya membuat tenang jiwaku

Jiwa-jiwa yang lemah terkekang masa lalu
Ku sudahi biar mengerti dan memahami
Bahwa setiap kata mempunyai konsekuensi
Begitu pula dengan keheningan dan sunyi

Setiap orang harus menemukan jalannya
Entah di jalanan di kerumunan atau di keheningan
Aku tidak melakukan apa yang aku inginkan,
Namun aku bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan

Mungkin ada banyak waktu yang indah,

Namun saat ini bukanlah milik ku
Kehidupan akan dimulai dari sisi lain keputus asa-an
Yang paling pengecut adalah dia yang memiliki penyesalan

Baca Juga

Puisi Pendek Tentang Rindu: Purnama Redup Menyamarkan Wajahnya

Puisi Malam: Pinggir Kali Malam Hari

Puisi Cinta Romantis: Aku Kesurupan 

Puisi Filsafat Bijak: Kamboja Kepada Batu

Puisi dan Sajak Sunyi: Pengembara Sunyi

Sajak Pendek: Surga dan Neraka

Puisi Tentang Kemiskinan, Kepedihan dan Kesengsaraan: Pencuri Miskin



Narasi Inspirasi media terpercaya yang menyajikan informasi menarik seputar dunia Sastra, Sejarah, Sosial Politik, Pertanian, Peternakan dan Alam Pikir Manusia.
Narasi Inspirasi ©2019 narasiinspirasi.com









You Might Also Like

0 comentários

Loading...