Elysia Seorang Avonturir, Sajak dan Puisi Kehidupan

Elysia Seorang Avonturir


oleh
Fajar RW (Malam Dingin, 10 Juni 2017)

Di bawah sinar purnama
Elysia mengalirkan tirtanya kehidupan
Airnya jernih gemericik tenang tanpa dasar
Teratai merah berembun bening, kuncupnya perlahan mulai mekar
Dibawahnya Elysia meringkuk seorang diri
Sinar matanya gelisah menatap langit
Bayangannya memantulkan semesta tanpa dimensi
Pelan pelan menyeret hanyut menyulam ingatan

Wajah sungai memantul semu
Elysia sayap malam tak mengenali,
Sipakah gerangan dibalik pantulan bayangan itu,
Ia sesekali mengangguk terheran
Terlihat asing seperti bukan dirinya yang selama ini ia yakini
Cermin sungai seolah mengatakan kebenaran
Tapi ia terlihat bingung tak yakin dengan apa yang ia saksikan

Berulang kali diperciknya air sungai dengan amarah,
Bayangannya perlahan pudar menggelombang tapi menyatu kembali
Kemudian membentuk suatu wujud yang maya,
Ini kah aku? Elysia menyangkal
Siapakah aku ini?
Apakah ini suatu kepastian,
Semesta seoalah-olah menggambar dan mewujudkan diriku seperti ini
Apakah maksud semua ini?
Ia masih ragu dan banyak sekali tanya dalam batinnya

Terlihat Elysia susah payah berusaha membebaskan diri
Dari belenggu-belenggu yang mengurungnya selama ini
Yang terlanjur dikira olehnya sebagai suatu kebenaran tanpa keraguan
Elysia seekor avonturir yang merindukan kesejatian
Perlahan imajinya menyelam ke rimba raya
Merasuk semakin dalam ke alam luas abadi seolah tanpa ujung dan tanpa akhir

Elysia mencoba melewati dan menepiskan batasan
Suatu dogma yang selama ini terlanjur ia yakini
Bahwa ia ditakdirkan untuk tidak bisa menolak
Tirai tirai rimbun yang telah mengaburkan pandangannya
Membatasinya untuk mengindera dan manatap jauh
Ia berusaha lepas dari akar-akar liar berduri yang mengikatnya dalam suatu bentuk
Bentuk yang menghambat sayapnya untuk mengepak

Baca Juga

Puisi Malam: Eksistensi Malam Hari

Puisi Pendek: Hati Manusia Itu Kosong dan Hambar

Puisi Hujan: Hujan Pertama Bulan November 

Puisi Rindu: Dapatkan Aku Menjadi Penghujan Diantara Kemaraumu

Puisi Inspirasi: Gubuk Lusuh dan Lesu

Puisi Sedih dan Patah Hati: Romansa Mengekang Jiwa

Puisi Pendek Tentang Perjalanan Manusia dan Alam: Di Ujung Perjalanan Yang Membelenggu

You Might Also Like

0 comentários

Loading...