Pepatah dan Falsafah Bijak Pegangan Hidup Orang Jawa Untuk Mencapai Kesuksesan


Pegangan hidup orang Jawa
Falsafah Pegangan Hidup Orang Jawa/narasiinspirasi.com

Oleh

Fajar R. Wirasandjaya
(Sunyi Tenang, 22 Agustus 2020) 

narasiinspirasi.com - Masyarakat Jawa memegang filosofi hidup yang kaya akan nilai-nilai luhur. Filosofi yang mengajarkan tentang kejernihan pikiran dalam tindakan. Diantaranya adalah filosofi yang terkandung dalam pepatah Jawa, paribasan atau bebasan Jawa yang hingga hari ini dijadikan cekelan atau pegangan hidup. 

Cekelan urip orang Jawa atau pegangan hidup orang Jawa mengajarkan banyak hal tentang nilai-nilai moral yang penuh makna. Beberapa hal diantaranya tentang filosofi atau falsafah hidup yang mengajarkan tentang pentingnya tekat yang kuat dalam berusaha, semangat kerja keras dalam mengupayakan tujuan, mengupayakan rezeki dan mengejar cita. 

Mari kita kupas sedikit demi sedikit. Tentang ungkapan pepatah bijak Jawa atau kata bijak Jawa kuno yang memiliki substansi tentang pentingnya tekat berusaha dan bekerja keras demi mencapai kesuksesan. Berikut ini langsung saja kita bahas :

Ana awan ana pangan 
Secara harfiah ungkapan ini jika diterjemahkan berarti "ada awan ada pangan". Bermakna akan selalu ada hari bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh untuk mencari pintu rejeki. Asalkan seseorang mau berusaha dan bekerja keras dengan sungguh sungguh disertai doa dan keyakinan maka ia akan menuai hasil yang memuaskan, yaitu keberhasilan dan kesuksesan. 

Ora obah ora mamah
Obah: bergerak, artinya bila mau bergerak dan berusaha seseorang kelak pasti akan "mamah" mengunyah-makanan. Ungkapan ini bermakna bahwa untuk memenuhi hajat hidup, seseorang haruslah bergerak dan berusaha secara nyata. Tidak hanya menunggu belas kasih dan berpangku tangan. Etos kerja dan etos berusaha yang tinggi sangat penting untuk menuai keberhasilan. 

Ana dina ana upa 
Ungkapan ini secara harfiah berarti ada hari ada rejeki. Upa adalah bulir nasi, sebagai simbol dari makanan dan rejeki. Secara umum ungkapan ini bermakna bahwa pintu rejeki terbuka bagi siapa saja, yaitu mereka orang-orang yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengupayakan cita-cita nya. 

Ana karsa ana karya 
Ketika ada niat dan ada usaha pasti akan ada hasil/karya. Ungkapan ini bermakna ketika seseorang memiliki kehendak dan niatan, jika dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh maka karya, keberhasilan dan kesuksesan adalah hasil akhirnya. 

Mbegegeg Ugeg-ugeg, Mel-mel Sak Dulita Langgeng
Ungkapan ini berasal dari dialog khas tokoh Semar dalam kisah pewayangan Jawa. Secara harfiah memiliki arti: Diam, bergerak/ berusaha, makan meskipun sedikit, abadi. Maksudnya adalah daripada seseorang hanya diam "Mbegegeg" tanpa melakukan usaha apapun.  Lebih baik tetaplah berusaha untuk lepas "Ugeg-ugeg" dan mencari sandang pangan papan atau rezeki "Mel-mel". Meskipun terkadang hasilnya sedikit "Sak Ndulit". Tapi itu akan terasa menenteramkan dan abadi (Langgeng).

Ungkapan diatas kaya akan pesan luhur yaitu agar kita selalu bekerja keras untuk mencari nafkah walaupun hasilnya kadang hanya cukup untuk makan, namun kepuasan yang didapat karena telah berusaha dan bersyukur akan menentramkan dan terasa abadi.

Sapa wani rekasa bakale mulya
Siapapun yang rela menderita ia akan menemukan kemuliaan. Begitulah kesuksesan dan keberhasilan harus ditebus dengan usaha yang sungguh-sungguh bahkan harus dengan penderitaan. Maka siapapun yang berani menghadapi kesengsaraan dan penderitaan demi mencapai tujuan dan cita-cita yang mulia maka ia adalah orang yang mendapat kemuliaan. 

Demikianlah falsafah dan kata bijak yang dijadikan pegangan atau cekelan hidup orang Jawa khususnya dalam hal mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Semoga bisa menjadi inspirasi dan refleksi diri dalam mencapai tujuan dan cita-cita. Semoga bermanfaat. Salam. 





You Might Also Like

0 comentários

Loading...