Perapian Perapian Kecil

Perapian Perapian Kecil


Oleh
Fajar Rafiki W. 
(Malam, 26 Februari 2018) 

Malam turun bersama hujan bulan
Margasira, bebatuan lapuk berkarat dimakan usia,
Kabut perlahan turun menyelimuti bukit,
Kemudian orang-orang bergegas pulang dan mengunci pintu...

Jalan jalan kemudian nampak sepi...
Lampu-lampu dimatikan
Lorong lorong gang terasa sunyi
Terlihat asap dari jalanan yang basah
Bekas hujan tengah malam
Tak ada lagi orang lalu lalang
Hanya sesekali terdengar tetes air, keran tua tak terpakai
Bergegaslah percepat langkahmu...

Jalanan sunyi...
Sebentar lagi menjelang pagi
Oh Sudahlah, rokok ini terlalu  mahal jika harus kunikmati sendiri...,
Aku tidak akan sejahat itu,
Biarpun tidak banyak
Tak usah mengiba, aku paham maksudmu
Kusisipkan saku biar kamu bahagia
Sedikit upaya dariku meringankan beban
Setidaknya aku pun akan merasa demikian

Baca Juga

Puisi Alam: Angin dan Malam

Puisi Pendek Tentang Rindu: Merindu Kembali

Puisi Pendek: Sang Pencari

Puisi Malam: Slamet dan Banyu Alam

Puisi Perjuangan: Engkau Telah Tumbuh Dewasa

Puisi Malam Dingin: Perapian Perapian Kecil

Puisi Resah: Malam Datang Bersimbah Resah


You Might Also Like

0 comentários

Loading...