Buka Nalarmu, Jangan Mau Dibodohi!!

Buka Nalarmu, Jangan Mau Dibodohi!!


oleh
Fajar R. Wirasandjaya (Malang, 10 Maret 2017)

Rakyat dan umat harus cerdas jangan gampang di adu domba persoalan suku ras agama (SARA), ketika melihat suatu konflik atau masalah jangan hanya melihat dari perspektif sempit, kondisi sosial politik di Indonesia dipengaruhi eskalasi
perpolitikan global, menurut anasir militer, konflik akan bergeser dari Arab ke Pasifik di dahului oleh revolusi di Timur Tengah atau singkatnya Arab Spring dari Maroko hingga Suriah yang sangat kental aroma asing. Negara negara Arab dihancurkan asing dengan banyak strategi dari mulai pelemahan ekonomi, membenturkan konflik sektarian mengadu domba antar golongan baik politik maupun antar golongan agama hingga akhirnya invasi militer. Indonesia harus bersiap maka dari itu perkuat persatuan bangsa.

Tanda tanda pergeseran konflik mulai jelas dengan intensitas peningkatan militer negara negara Asia Pasifik dari belanja senjata hingga peningkatan anggaran perang, mulai dari konflik Laut China Selatan yg melibatkan Asia Tenggara, 13 pangkalan militer Amerika mengepung Indonesia, armada tempur Amerika digeser ke Pasifik dengan penumpukan militer di Australia, Cina mulai memperkuat ekonomi dan militernya,  peluncuran rudal Korut, perlombaan senjata, perang ekonomi China vs Amerika, dan penumpukan militer NATO di pelopori Amerika di sekitar perbatasan Rusia yg membuat Rusia mengaktifkan rudal nuklirnya, perubahan konstitusi Jepang yang memperbolehkan Jepang memperkuat militernya dan mengirimkan pasukan asingnya. Indonesia harus bersiap Eropa, Amerika, Asia Timur, Timur Tengah, Rusia, Asia Tenggara sedang panas dingin. Semua tidak lepas dari yang namanya konflik kepentingan baik interest sosial, politik maupun ekonomi.

Indonesia harus bersatu kalau tidak mau hancur oleh skenario asing.
Jangan pernah melupakan sejarah, dulu untuk menjatuhkan Indonesia dan Bung Karno, asing menggunakan berbagai cara seperti usaha pembunuhannya yg lebih dari 7 kali namun gagal, pembuatan film porno mirip Soekarno, demo mahasiswaa 65, skenario dengan membenturkan kaum Nasionalis, Komunis dan Agamis. Banyak sekali skenario Asing diantaranya Amerika mendanai Masyumi, menskenario dan mendanai pemberontakan PRRI PERMESTA, DI/TII, pemberontakan Maluku utara dst, bahkan sekutunya juga mendukung OPM (papua merdeka) yang sekarang lagi masif mencari dukungan Internasional dan mempropaganda rakyat untuk memberontak, mereka Amerika dan antek anteknya berusaha melemahkan Indonesia dengan berbagai cara salah satunya mengadu domba umat dan seluruh elemen bangsa agar saling berbenturan dan mengangkat antek anteknya untuk menjadi kaki tangannya misalnya Suharto beserta kroninya, dan akhirnya berhasil dengan skenario meletusnya g30s-pki yang melengserkan Bung Karno. Sejarah perpolitikan Indonesia banyak sekali campur tangan asing, jangan sampai kita di adu domba asing.

Pemberontakan PKI juga penuh skenario, banyak mengalami pengaburan sejarah, banyak hal yg dilebih lebihkan dan dikaburkan fakta sejarahnya (ini perlu kajian ilmiah secara mendalam) agar tidak keblinger sbelum memutuskan untuk pro maupun kontra, saat ini isu PKI dibangkitkan, konflik horisontal ke Agamaan mulai ditajamkan, separatisme/pemberontakan dimasifkan, isu Cina dibesar besarkan.

Banyak tokoh politik nasional sekarang ini yg dijadikan tunggangan manuver politik misal rachmawati, kivlan zein, habib riziq, ahok, sby, dkk mereka hanya pion pion kecil, sebagai umat dan sebagai bangsa yang bisa kita lakukan hari ini adalah menjaga persatuan dan kerukunan bangsa jangan mudah terprovokasi cari tau fakta faktanya nya dulu, karena strategi melemahkan bangsa terjadi lewat sistem politik, sosial, pelemahan ekonomi juga strategi perang asimetris (narkoba, teroris, propaganda hoaks media dst), dan Bung Karno juga pernah mengatakan menghadapi bangsa asing lebih mudah dari pada menghadapi bangsa sendiri, karena memang benaar saudara saudara, justru bangsa sendiri lah yg kita lawan saat ini, kita di benturkan dengan sesama anak bangsa, korupsi adu domba dst, jangan hanya melihat masalah dari perspektif sudut pandang sempit, kesukuan maupun agama, lebih dari itu tapi lihatlah dan pahami secara umum karena semua saling berkaitan juga berdialektika, jadilah umat beragama yang cerdas, jangan mudah tersulut provokasi dan propaganda, hancurnya negara negara Timur Tengah juga adalah upaya asing dengan membenturkan konflik sektarian. Jangan lagi bertikai, Bersatulah segera!!

You Might Also Like

0 comentários

Loading...