Pancuran Air Jernih, Sebuah Puisi untuk Ibu

Anakmu Yang Telah Lama Pergi
 
Oleh
Fajar R. W (Malang, 22 Desember 2016)

Pancuran Air Jernih, Sebuah Puisi untuk Ibu

Hening semesta raya abadi
Membisu dalam kebekuan
Kibar layu rerumputan... 
Ranting ranting kering dipatah langkah
Gemerlap bintang selatan diujung langit

Gemericik air pancuran jernih
Embun bening mengucur pelan
Burung terbang hinggap di pucuk bambu
Mengatakan padaku
"lelaplah anak lelaki ku, ibu bumi memelukmu dengan kasih sayang"

Aku hanya ingin berbaring,
Dalam damai malam ini
Bersama ratap leleh air mata
Diantara kegelapan malam
Diiringi melodi sendu memikat jiwa
Menghidupkan yang telah mati

Di tengah kesendirian abadi
Malam ini aku berbaring
Menengadahkan wajah gelisah
Aku ingin tenang seorang diri
Tidur dalam buaian mimpi
Alam batas imaji manusia

Langit melihatku memuji dan tertawa
Daun daun melambai pelan
Mengajakku melayang seorang diri
Angin menarik raga ku ini
Untuk kembali entah kemana

Terimalah kembali anakmu yang telah lama pergi
Taburkanlah bunga bunga indah
Warna warni merah merekah
Mekar harum wewangi
Mengikat raga manusia







Post a Comment

0 Comments