Mencintai Dalam Diam


Kasih Tak Sampai Merpati Telah Terbang Tinggi 




Saat pertama kali mengenalmu yang terlintas adalah keindahan. Bola mata bulat menghitam, senyum yang manis, bibir tipis alami membuatku yang hina ini seketika jatuh hati padamu. Senyumanmu yang mempesona mampu meluluhkan hati yang kala itu hampa menjadi penuh harap. Tiap hari bertemu dalam nuansa yang sama semakin membuat manusia ini jatuh hati padamu. Entah kenapa hati ini selalu damai lidahpun serasa kaku di dekatmu. Berjalan beriringan denganmu adalah suatu kedamaian meskipun tak lama.


Hari hari pun berlalu kendahaanmu pun semakin tak terelakan. Tutur manismu, nada bicaramu, senyuman yang memberikan kedamaiaan dan suara khas yang menggema dari bibir tipismu membuat hati ini semakin lemah. Tidaklah ikhlas diri ini menyaksikan wajah indahmu dipenuhi oleh kemurungan, senyum manis berseri terasa kebahagaiaanmu juga bahagiaku meski kadang terasa pahit dan sulit. Percayalah bahagiamu adalah bahagiaku.

Seperti merpati yang terbang tinggi elok indah penuh pesona. Tiada kata yang pantas untuk menggambarkanmu selain keindahan.
Hingga suatu saat kau memilih orang lain yang ternyata tidak memberikan ketulusan. Wahai wanita pujaan hati yang selalu kukagumi, dalam diam sedikitpun rasa cinta di hati ini tak akan hilang. Meskipun kau tak menganggapku tak ada aku tetap bersabar.

Meski air mata mengalir berlinang mengaburkan realita, cinta tetaplah cinta. Kucoba bernalar tentang cinta semakin justru kehilangan nalar. Apa daya aku tetaplah seorang merpati buruk rupa yang mencoba untuk berdampingan bersama indahnya sang merpati putih.  Namun merpati yang elok mungkinkah bisa bersanding bersama merpati buruk rupa yang hina ?. Luka dihati memang tak tertahankan begitu sakit menyiksa. Sekuat apapun masih terasa perih luka. 

Aku diam bukan berarti aku tak peduli kepadamu, aku diam bukan berarti aku tak memikirkanmu. Aku diam bukan berarti aku tak mengharapkanmu, aku diam bukan berarti aku tak merindukanmu dan aku diam bukan berarti aku tak mencintaimu akan tetapi aku diam karena aku sungguh memikirkanmu, aku diam karena aku sungguh mencintaimu.
Aku diam karena aku cinta kepadamu aku diam karena aku tidak mau menjebakmu kedalam jurang-jurang dosa.


Biarlah cinta ini menghujam jiwaku, biarlah sepi ini menyelimutiku, sehingga membuatku seperti berdiri ditengah sengatan terik padang pasir. Biarlah kegelisahan ini membelaiku, walaupun terasa bagaikan belaian ombak badai sekali lagi biarkanlah. Walaupun semua ini terasa pedih, bagaikan menggenggam duri, tetapi akan tetap ku genggam erat. Karena ku yakin, di dalam duri yang kugenggam ini tersimpan kenikmatan welas asih Tuhan. Yang akan membawaku kedalam mimpi yang indah, menari bersamamu dalam hangat sejuk surgawi, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan jiwa. Sungguh dalam diam aku mencintaimu....
Seharusnya kamu tau, aku DIAM bukan berarti aku TAK ADA…

Biarlah sang merpati terbang tinggi. Merpati yang elok memang tak pantas jika harus bersama meepati buruk rupa. Tidak mungkin memaksamu untuk mencintaiku, aku bukanlah orang yang sejahat itu. Tapi aku tetap berdoa, Tuhan jagalah dia untuk aku, untuk aku yang berharap dia bahagia. Meneriakkan namamu di deras hujan, memandangmu dari kejauhan, dan berdo’a di hening malam. Cinta dalam diam ini lah yang mampu kupertahankan. Meski dalam hati kecil masih tersimpan harapan yang besar untuk bersamamu. Terbanglah tinggi wahai merpatiku biarlah aku tetap setia di bawah sini.



You Might Also Like

1 comentários

Loading...