2 Kapal perang TNI AL siaga Pemilu di Bali


Foto: Jelang Pencoblosan, TNI AL Siagakan 2 Kapal Perang di Bali 

IMD - DENPASAR - Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar menyiagakan dua unit kapal perang untuk melakukan patroli laut di wilayah Bali menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014. "Kami siagakan dua kapal perang untuk melakukan patroli," kata Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (S) Julius Widjojono ditemui seusai apel gabungan pengamanan Pilpres 2014 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (7/7/2014). 

Menurut dia, satu dari dua kapal tersebut yakni KRI Weling yang telah siaga di Pelabuhan Benoa, Denpasar. "Satu lagi tengah menyusul atas perintah dari atasan," ucapnya. Selain dua kapal perang, pihaknya akan mengerahkan 227 personel TNI-AL yang akan bertugas melakukan pengamanan wilayah laut. Pihaknya juga menginstruksikan seluruh pos TNI-AL untuk siap siaga mengantisipasi adanya penyusup yang dikhawatirkan memasuki wilayah laut Bali. 

"Kami antisipasi adanya gelombang penyusup masuk yang membawa sesuatu (berbahaya) atau bawa misi atau ingin mengacaukan Bali, bisa saja terjadi," katanya. Selain itu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan para nelayan seperti para nelayan di Kabupaten Jembrana untuk membantu aparat dalam menjaga keamanan wilayah laut. 

"Saya yakin masyarakat Bali akan mendukung kondusivitas keamanan di Pulau Dewata. Kami waspadai penyusupan bahan peledak atau narkoba," ujar Julius. 

#Cx

Sumber : Kompas

batoehijau.tk - DENPASAR - Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar menyiagakan dua unit kapal perang untuk melakukan patroli laut di wilayah Bali menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014. "Kami siagakan dua kapal perang untuk melakukan patroli," kata Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (S) Julius Widjojono ditemui seusai apel gabungan pengamanan Pilpres 2014 di
Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (7/7/2014).

Menurut dia, satu dari dua kapal tersebut yakni KRI Weling yang telah siaga di Pelabuhan Benoa, Denpasar. "Satu lagi tengah menyusul atas perintah dari atasan," ucapnya. Selain dua kapal perang, pihaknya akan mengerahkan 227 personel TNI-AL yang akan bertugas melakukan pengamanan wilayah laut. Pihaknya juga menginstruksikan seluruh pos TNI-AL untuk siap siaga mengantisipasi adanya penyusup yang dikhawatirkan memasuki wilayah laut Bali.

"Kami antisipasi adanya gelombang penyusup masuk yang membawa sesuatu (berbahaya) atau bawa misi atau ingin mengacaukan Bali, bisa saja terjadi," katanya. Selain itu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan para nelayan seperti para nelayan di Kabupaten Jembrana untuk membantu aparat dalam menjaga keamanan wilayah laut.

"Saya yakin masyarakat Bali akan mendukung kondusivitas keamanan di Pulau Dewata. Kami waspadai penyusupan bahan peledak atau narkoba," ujar Julius.

Sumber : Kompas
Lebih baru Lebih lama