Bukan Puisi Cinta


Bukan Puisi Cinta
Oleh
Fajar R. Wirasandjaya
(Tulungagung Lewat Tengah Malam, 02 Februari 2017)

Lewat sajak aku ingin memekik
Memekik mesra dengan lembut
Ah entahlah kekasih
Aku hanya ingin menyapamu
Dengan kata kata yang tak pernah
diwariskan
Dengan ketulusan yang tak pernah diragukan

Aku hanya ingin sekedar mendengarmu kekasih
Mendengar lembut suaramu diantara bebatuan
Menatap senyum manismu dibalik tirai tirai lembut
Menyentuh pipi merahmu
Membelai lembut lurus rambutmu yang hitam kekasih,

Ku nikmati setiap hembusan sengal nafasmu
Menghayati jengkal demi jengkal indah lekuk mu kekasih
Ketika dengan manja merayuku
Menarik ku merasuk pelan kedalaman hangat surgamu

Keringat hangat mulai mengalir menyatu denganmu
Rintih teriakan manja mengobrak abrik kesunyian
Ketika dipenghujung malam aku dan kamu menyatu dipuncak asmara

Hei kekasih,
Dibawah pesona lembayung senja memerah
Lembut sentuhmu begitu mesra kekasih
Menarik lengan dan jemariku
Kibaran rambutmu diatas bukit menutupi sebagian wajahmu
Yang berseri diantara siluet senja

Dan Hei, aku ingin mengenangmu
Mengenang dalam setiap teduh terang nya rembulan
Pada rintik gerimis bulan Desember
Pada ranggas cemara di ujung penghujan kekasih

You Might Also Like

0 comentários

Loading...