Bule Anti Islam Ini Menangis di Dalam Masjid


batoehijau.tk - Jason Leger, warga Phoenix, Arizona adalah seorang aktivis anti Islam yang sering mengikuti demo dan pawai anti Islam. Jason menganggap agama Islam ini adalah ajaran jahat menyusul banyaknya aksi terorisme yang melibatkan nama Islam. Leger juga sering menggunakan
kaos yang menghujat Islam F**k Islam

Saat Leger dan beberapa aktivis berdemo di depan Islamic Community Center dalam rangka demo mendukung aksi menggambar kartun Nabi Muhammad sebagai salah satu bentuk freedom of speech, Leger mendapatkan pencerahan baru tentang agama Islam.

Source: http://www.dailymail.co.uk/news/article-3110396/Protester-wore-F-Islam-T-shirt-armed-anti-Muslim-Draw-Mohammed-demonstration-thinks-religion-beautiful-invited-Mosque.html

Aksi demo yang dilakukan tepat sebelum digelarnya shalat Jumat, dan aksi demo Jason Leger direspon hangat dengan mengundang nya masuk, menyaksikan warga beribadah salat Jumat, mendengar ceramah singkat imam. Sesudahnya, Leger mengaku menitikkan air mata di dalam masjid.

Source: http://www.dailymail.co.uk/news/article-3110396/Protester-wore-F-Islam-T-shirt-armed-anti-Muslim-Draw-Mohammed-demonstration-thinks-religion-beautiful-invited-Mosque.html

“Ketika saya menyempatkan diri duduk, mendengarkan apa yang mereka imani, memasuki masjid mereka, harus saya akui agama ini sangat indah,” ujarnya.
Leger menegaskan kalau dia meminta maaf dan tidak akan menyinggung perasaan mereka lagi. Ini beberapa pernyataan Jason Leger setelah memasuki masjid untuk pertama kalinya

“Untuk menghormati orang-orang Islam, mengetahui apa yang saya tahu sekarang, saya berbicara dengan mereka saya tidak akan melakukannya lagi, hanya karena saya tidak ingin menyinggung atau menyakiti orang-orang itu”
“Ketika saya masuk dan benar-benar duduk untuk mendengarkan mereka, benar-benar masuk ke masjid mereka, mendengarkan beberapa doa-doa mereka, itu adalah hal yang sangat indah, dan mereka menjawab beberapa pertanyaan yang saya tanyakan”
“Kebebasan berpendapat tidak selamanya baik. Saya tidak ingin lagi menyakiti umat muslim.”

Setelah peristiwa itu, Leger dan pamannya Paul Griffith diundang kembali ke masjid. Leger juga bersumpah tidak akan memakai baju itu lagi.
Sepertinya Leger dan pamannya mendapatkan pencerahan, semoga semakin banyak orang yang tercerahkan dan mengakui kalau yang mereka lakukan itu salah.

Source: merdeka.com




You Might Also Like

0 comentários

Loading...